Banda Aceh – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hasballah, mendesak Pemerintah Pusat untuk melibatkan para pengusaha lokal secara aktif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.
Menurut Hasballah, keterlibatan pengusaha lokal menjadi penting agar proses pembangunan kembali wilayah terdampak bencana dapat berjalan inklusif dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
“Dalam mencermati rehab-rekon Aceh dari dampak bencana hidrometeorologi 2025, kiranya Pemerintah Pusat memperhatikan pengusaha-pengusaha lokal untuk dilibatkan secara aktif dan partisipatif dalam membangun Aceh kembali dalam semua dimensi yang menjadi perhatian khusus pemerintah,” kata Hasballah, Minggu (4/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan rehab-rekon pascabencana ini tidak mengulang pengalaman masa lalu, di mana manfaat ekonomi justru lebih banyak dirasakan pihak luar.
“Jangan sampai terjadi seperti pepatah Aceh ‘Buya Krueng Teudong-dong, Buya Tamong Meureseuki’,” ujarnya, yang berarti “Kerbau di sungai hanya diam, kerbau dari luar yang mendapat rezeki”.
Hasballah menekankan bahwa pengusaha lokal memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik tentang kondisi dan kebutuhan masyarakat Aceh.
Dengan melibatkan mereka, proses rehab-rekon dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Pengusaha lokal lebih memahami kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
Mereka juga memiliki jaringan yang lebih luas di Aceh. Dengan melibatkan mereka, kita bisa memastikan bahwa proses rehab-rekon berjalan sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Hasballah juga berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan dukungan dan pelatihan kepada pengusaha lokal agar mereka dapat bersaing dengan pengusaha dari luar Aceh.(**)












