Runtuhnya moral tenaga kesehatan RSUZA
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 20-3-2026 Rumah sakit umum zainal abidin banda aceh merupakan rumah sakit paling besar yang ada di provinsi aceh dan menjadi rujukan atau pun harapan terakhir bagi para pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya yang berada di provinsi aceh.
Namun apa yang akan terjadi terhadap pasien yang akan di rujuk dan yang hendak mendapatkan perawatan dan pelayanan dari RSUZA banda aceh kalau pihak RSUZA Banda aceh tidak memberikan pelayanan dan terkesan mengabaikan nasib pasien yang hendak di rujuk sementara kondisi pasien dalam keadaan yang membutuhkan perawatan segera ( Emergency)..???
Kejadian tersebut menimpa dan di alami oleh salah seorang pasien yang berinisial SA 55 tahun yang hendak di rujuk dari RSUD TCD sigli ke RSUZA
Sebagai mana di ketahui SA (55) pada mulanya beliau di bawa ke RSU ZA Sigli oleh keluarganya untuk memeriksa penyakit dan mendapatkan perawatan untuk penyakit yang sedang di deritanya,, namun di karnakan keterbatasan tenaga kesehatan ( doktor spesialis ) di RSU TCD Sigli, pihak rsu tcd menyarankan kepada keluarga pasien untuk merujuk pasien ke RSUZA Banda aceh karna di saat cuti lebaran seperti sekarang ini cuma RSUZA saja yang memiliki tenaga kesehatan ( doktor spesialis ).
Apa yang terjadi terhadap pasien sangat di sayangkan, pihak RSUZA terkesan mengabaikan SA 55 tahun yang ingin mendapatkan perawatan segera.
Setelah beredar informasi tersebut, awak media ini mencoba mengkonfirmasi langsung dengan Harmadi selaku humas RSUZA Banda Aceh, mulanya awak media juga sempat sulit untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak RSUZA karna Harmadi sendiri terkesan slow respon dan seolah tidak penting dengan hal yang sedang di konfirmasi oleh para journalist.
Harmadi cuma memberikan stagment singkat dengan mengatakan bahwa dalam hal rujukan itu urusan sisrute dia tidak tahu dalam hal perkara tersebut.
Dia juga berdalih dengan alasan bahwa lambatnya respon terhadap pasien rujukan di karenakan bidang perawatan yang di butuhkan oleh pasien lagi penuh.
Menurut penjelasan salah seorang perawat yang bertugas di rsu tcd sigli, beliau menjelaskan bahwa dari pihak RSUZA menjelaskan kepada dirinya via whatsapp igd RSUZA , hasil konsultasi pihak igd dengan bidang urologi RSUZA pasien tidak bisa dirujuk ke igd RSUZA dengan alasan pasien tidak emergency dan menyarankan pasien untuk merujuk via poli klinik. Jelasnya.
Menanggapi kejadian ini, direktur umum RSU TCD sigli dr faisal saat di konfirmasi oleh awak media beliau ikut terkejut dan merasa aneh dengan apa yang di lakukan pihak IGD RSUZA Banda Aceh, karna menurut beliau pasien yang di rujuk berasal dari pasien ruang inap di RSUZA dan keadaannya juga memerlukan perawatan segera.
” Itukan pasien ruang rawat inap di sini.kok bisa mereka bilang pasien itu tidak bisa masuk melalui IGD,,??apalagi dengan alasan tidak emergency,, padahal itukan tergolong pasien yang emergency, yang harus mendapatkan perawatan segera.”ucapnya.