DPRA dan Gubernur Aceh Satu Suara: Ekonomi & Infrastruktur Prioritas Utama Pemulihan Pasca Bencana”

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khalid, menyatakan kesepakatannya dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, terkait prioritas pemulihan Aceh pasca bencana banjir dan tanah longsor, saptu, (17/01/2026).

Khalid, menyatakan kesepakatannya dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, terkait prioritas pemulihan Aceh pasca bencana banjir dan tanah longsor, saptu, (17/01/2026).

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Khalid, menyatakan kesepakatannya dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, terkait prioritas pemulihan Aceh pasca bencana banjir dan tanah longsor.

Keduanya sepakat bahwa pemulihan harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur.

“Kita sepakat dengan gagasan ini dan memang seharusnya demikian. Sebab pascabencana, sebagian besar masyarakat sudah hilang mata pencahariannya,” kata Khalid di Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khalid menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi menjadi kunci utama karena banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan sumber pendapatan akibat bencana.

Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi, seperti memberikan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan membuka lapangan kerja baru.

“Kita harus membantu masyarakat untuk bisa kembali produktif dan menghasilkan pendapatan. Dengan begitu, mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan membangun kembali kehidupan mereka,” ujarnya.

Selain pemulihan ekonomi, Khalid juga menekankan pentingnya pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Ia mengatakan bahwa infrastruktur yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya harus segera diperbaiki. Dengan infrastruktur yang baik, aktivitas ekonomi bisa berjalan lancar dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Khalid berharap pemerintah Aceh dapat segera menyusun rencana aksi yang komprehensif untuk memulihkan ekonomi dan infrastruktur pasca bencana.

Ia juga meminta seluruh pihak terkait untuk bekerja sama dan bersinergi dalam upaya pemulihan ini.

“Pemulihan pasca bencana ini membutuhkan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak. Mari kita bersama-sama membangun kembali Aceh yang lebih baik,” pungkas Khalid.(**)

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel kabarsuararakyat.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menahan Haru di Sisi Raisa, Sentuhan Kepedulian Ketua TP PKK Aceh Besar Menguatkan Pejuang Kecil
Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar
*BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia*
Ketua TP PKK Aceh Besar Apresiasi Pemprov Gelar Pasar Murah di Peukan Bada
Wagub Aceh Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR untuk Penguatan Fiskal Daerah serta Percepatan Pemulihan Aceh
Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar
Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar
Kak Na: Pasar Murah Menjaga Stabilitas Harga dan Meningkatkan Daya Beli Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:40 WIB

Menahan Haru di Sisi Raisa, Sentuhan Kepedulian Ketua TP PKK Aceh Besar Menguatkan Pejuang Kecil

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:33 WIB

Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:33 WIB

*BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia*

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:29 WIB

Ketua TP PKK Aceh Besar Apresiasi Pemprov Gelar Pasar Murah di Peukan Bada

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:25 WIB

Wagub Aceh Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR untuk Penguatan Fiskal Daerah serta Percepatan Pemulihan Aceh

Berita Terbaru