Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir Bandang, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN — Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang yang meluluhlantakkan infrastruktur dan memicu krisis multidimensi di tiga provinsi—Sumatra Barat, Sumatra Utara, dengan eskalasi kerusakan terparah di Aceh—kini memasuki fase krusial pemulihan darurat.

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons krisis tersebut, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan entitas filantropi nasional resmi digulirkan.

 

Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi, atau yang akrab disapa Abu Salam, hadir mewakili Gubernur Aceh dalam prosesi serah terima bantuan strategis pascabencana. Serah terima aset logistik darurat ini berlangsung di Desa Blang Kuruk, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, pada Minggu, 15 Februari 2026.

 

Bantuan bernilai masif ini merupakan hasil konsorsium dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) dari tiga Non-Governmental Organization (NGO) berskala nasional: Salam Setara, platform crowdfunding Kitabisa, serta Miss Glam MFoundation.

 

Dalam lanskap manajemen krisis, intervensi logistik ini dinilai vital untuk menopang ketahanan hidup penyintas sekaligus memulai siklus pemulihan ekonomi di kawasan terdampak. 

 

Abu Salam, dalam kapasitasnya mewakili Pemerintah Aceh, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan NGO merupakan investasi sosial yang krusial di tengah anjloknya geliat ekonomi lokal akibat bencana.

 

“Kehadiran bantuan dari Salam Setara, Kitabisa, dan Miss Glam MFoundation bukan sekadar wujud karikatif, melainkan langkah strategis mitigasi risiko lanjutan. Kami dari Pemerintah Aceh mengapresiasi percepatan distribusi logistik ini, yang secara langsung menekan angka kerugian sosio-ekonomi masyarakat di level akar rumput,” ujar Abu Salam usai menandatangani berita acara serah terima.

 

Operasi distribusi bantuan ini dikomandoi langsung oleh Akmal Rusli. 

 

Di lapangan, Akmal merinci cetak biru penyaluran logistik yang ditargetkan rampung dalam waktu singkat.

READ  Kaesang Pilih Putra Daerah, T Rival Amiruddin Nahkodai PSI Aceh

 

Ia memaparkan bahwa alokasi bantuan telah dipetakan secara presisi menggunakan data assessment kebencanaan, menyasar 22 desa di Kabupaten Bireuen yang masuk dalam kategori zona merah atau terdampak paling berat.

 

“Manajemen distribusi kami rancang agar targeted dan terukur. Bantuan tidak hanya berupa logistik bahan pokok pendukung ketahanan pangan, tetapi juga menyentuh aspek sanitasi dan infrastruktur kesehatan darurat,” kata Akmal.

 

Lebih lanjut, Akmal merinci portofolio bantuan yang disalurkan meliputi ribuan paket sembako, Family Kit (perlengkapan esensial keluarga), puluhan unit tenda pengungsian standar komersial, serta yang paling krusial: Mesin Air Reverse Osmosis (RO). 

 

Pengadaan instalasi air RO bernilai tinggi ini diproyeksikan untuk memecahkan masalah krisis air bersih dan mencegah waterborne diseases (penyakit menular lewat air) yang kerap muncul pascabanjir bandang, sehingga menghemat anggaran kesehatan daerah.

 

Demi memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas tata kelola bantuan, prosesi serah terima di Desa Blang Kuruk turut melibatkan seluruh Keuchik (Kepala Desa) dari 22 gampong terdampak. 

 

Pelibatan aparatur desa ini diinstruksikan sebagai bentuk Quality Control (kendali mutu) agar distribusi langsung menyentuh end-user atau keluarga penyintas yang kehilangan aset properti mereka.

 

“Para Keuchik adalah garda terdepan dari manajemen data penyintas. Serah terima langsung kepada mereka memastikan bahwa tidak ada distorsi dalam rantai pasok distribusi ( supply chain ) bantuan hingga ke tenda-tenda warga,” tutur Akmal menambahkan.

 

Banjir bandang awal tahun 2026 ini telah mencatat rekor kerugian material miliaran rupiah di sektor agrikultur, infrastruktur, hingga properti residensial. 

 

Dengan adanya suntikan bantuan dari NGO nasional ini, Pemerintah Aceh berharap fase tanggap darurat dapat segera bertransisi menuju fase pemulihan dan rekonstruksi investasi wilayah yang lebih berkelanjutan.

READ  Fitriani pimpinan Acehpress bersama Istri ketua DPRK Pidie ibu Cut suryati, memenuhi undangan Jamuan Makan Malam Penuh Keakraban,

Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir Bandang, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan

 

BIREUEN — Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang yang meluluhlantakkan infrastruktur dan memicu krisis multidimensi di tiga provinsi—Sumatra Barat, Sumatra Utara, dengan eskalasi kerusakan terparah di Aceh—kini memasuki fase krusial pemulihan darurat.

Merespons krisis tersebut, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan entitas filantropi nasional resmi digulirkan.

Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi, atau yang akrab disapa Abu Salam, hadir mewakili Gubernur Aceh dalam prosesi serah terima bantuan strategis pascabencana. Serah terima aset logistik darurat ini berlangsung di Desa Blang Kuruk, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, pada Minggu, 15 Februari 2026.

Bantuan bernilai masif ini merupakan hasil konsorsium dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) dari tiga Non-Governmental Organization (NGO) berskala nasional: Salam Setara, platform crowdfunding Kitabisa, serta Miss Glam MFoundation.

Dalam lanskap manajemen krisis, intervensi logistik ini dinilai vital untuk menopang ketahanan hidup penyintas sekaligus memulai siklus pemulihan ekonomi di kawasan terdampak.

Abu Salam, dalam kapasitasnya mewakili Pemerintah Aceh, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan NGO merupakan investasi sosial yang krusial di tengah anjloknya geliat ekonomi lokal akibat bencana.

“Kehadiran bantuan dari Salam Setara, Kitabisa, dan Miss Glam MFoundation bukan sekadar wujud karikatif, melainkan langkah strategis mitigasi risiko lanjutan. Kami dari Pemerintah Aceh mengapresiasi percepatan distribusi logistik ini, yang secara langsung menekan angka kerugian sosio-ekonomi masyarakat di level akar rumput,” ujar Abu Salam usai menandatangani berita acara serah terima.

Operasi distribusi bantuan ini dikomandoi langsung oleh Akmal Rusli.

Di lapangan, Akmal merinci cetak biru penyaluran logistik yang ditargetkan rampung dalam waktu singkat.

READ  Sekda Nasir Tekankan Disiplin dan Kolaborasi ASN Setda Aceh

Ia memaparkan bahwa alokasi bantuan telah dipetakan secara presisi menggunakan data assessment kebencanaan, menyasar 22 desa di Kabupaten Bireuen yang masuk dalam kategori zona merah atau terdampak paling berat.

“Manajemen distribusi kami rancang agar targeted dan terukur. Bantuan tidak hanya berupa logistik bahan pokok pendukung ketahanan pangan, tetapi juga menyentuh aspek sanitasi dan infrastruktur kesehatan darurat,” kata Akmal.

Lebih lanjut, Akmal merinci portofolio bantuan yang disalurkan meliputi ribuan paket sembako, Family Kit (perlengkapan esensial keluarga), puluhan unit tenda pengungsian standar komersial, serta yang paling krusial: Mesin Air Reverse Osmosis (RO).

Pengadaan instalasi air RO bernilai tinggi ini diproyeksikan untuk memecahkan masalah krisis air bersih dan mencegah waterborne diseases (penyakit menular lewat air) yang kerap muncul pascabanjir bandang, sehingga menghemat anggaran kesehatan daerah.

Demi memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas tata kelola bantuan, prosesi serah terima di Desa Blang Kuruk turut melibatkan seluruh Keuchik (Kepala Desa) dari 22 gampong terdampak.

Pelibatan aparatur desa ini diinstruksikan sebagai bentuk Quality Control (kendali mutu) agar distribusi langsung menyentuh end-user atau keluarga penyintas yang kehilangan aset properti mereka.

“Para Keuchik adalah garda terdepan dari manajemen data penyintas. Serah terima langsung kepada mereka memastikan bahwa tidak ada distorsi dalam rantai pasok distribusi ( supply chain ) bantuan hingga ke tenda-tenda warga,” tutur Akmal menambahkan.

Banjir bandang awal tahun 2026 ini telah mencatat rekor kerugian material miliaran rupiah di sektor agrikultur, infrastruktur, hingga properti residensial.

Dengan adanya suntikan bantuan dari NGO nasional ini, Pemerintah Aceh berharap fase tanggap darurat dapat segera bertransisi menuju fase pemulihan dan rekonstruksi investasi wilayah yang lebih berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel kabarsuararakyat.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngopi Kebangsaan KAL Lemhannas Aceh Tegaskan Sinergitas Lintas Sektor demi Percepatan Rekonstruksi Aceh
Warisan Malahayati, Aceh Didorong Melahirkan Pemimpin Bahari dari Putra Daerah
Satreskrim Polres Aceh Tengah Berhasil Ungkap Pencurian Kabel PLN, Dua Pelaku Diamankan
SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN
Kapolres Aceh Tengah Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81, Apresiasi Semangat Peserta Meski Diguyur Hujan
Wali Kota dan Pimpinan DPRK Lepas Bebek Bersama pada Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A Wahab di Krueng Lampaseh
Skuad DPRK Banda Aceh Runner Up Turnamen Trofeo Corner Arena
Sekda Aceh Apresiasi Paskibraka 2026, Tekankan Semangat Pengabdian Generasi Muda
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:23 WIB

Ngopi Kebangsaan KAL Lemhannas Aceh Tegaskan Sinergitas Lintas Sektor demi Percepatan Rekonstruksi Aceh

Jumat, 11 September 2026 - 16:57 WIB

Warisan Malahayati, Aceh Didorong Melahirkan Pemimpin Bahari dari Putra Daerah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tengah Berhasil Ungkap Pencurian Kabel PLN, Dua Pelaku Diamankan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:01 WIB

SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Kapolres Aceh Tengah Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81, Apresiasi Semangat Peserta Meski Diguyur Hujan

Berita Terbaru