Takengon — Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto menggelar silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka memperkuat persatuan, perdamaian serta menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Aceh Tengah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Datu Cafe, Jalan Sengeda, Kampung Takengon Timur, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (22/8/2026), dan dihadiri sekitar 35 orang.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua KNPI Aceh Tengah Ferianto, SP, Ketua PETA Aceh Tengah Helmia, Tokoh Agama Drs. H. Tgk. Ridwan Qari, Tokoh Masyarakat Ir. Syukur Kobat, Ketua FKPPI Aceh Tengah Saiful Bahri, Ketua Hipakad Aceh Tengah Iskandar Muda, Ketua Dayah Huda Kasyandi alias Tgk. Puteh, Ketua HMI Aceh Tengah Afdhalal Ghifari, Ketua GMNI Aceh Tengah Safaruda, S.Pd., Ketua KMAP Aceh Tengah Maimun Sulaiman, ST, serta para Pasi dan Danramil jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Letkol Czi Rudy Haryanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi wadah untuk menyatukan visi, bertukar pikiran serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Kabupaten Aceh Tengah.
“Persatuan, kesatuan dan perdamaian harus kita jaga bersama. Pondasi utama jangan sampai renggang dan jangan mudah dipecah belah oleh pihak atau kelompok yang tidak menginginkan Indonesia maju,” ujar Dandim.
Menurutnya, menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Dandim juga mengajak para tokoh untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar mampu menyampaikan pendapat secara baik dan sesuai aturan, serta tetap menghargai lambang dan simbol negara.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan memecah persatuan.
“Kita harus menjadi penengah dalam menyikapi setiap informasi yang berkembang. Tetap waspada dan jangan mudah terprovokasi,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Dandim juga menyinggung peristiwa pada peringatan Hari Damai Aceh (HDA) pada 15 Agustus 2026 di Banda Aceh. Ia menyayangkan adanya tindakan yang dinilai mencoreng suasana kegiatan, termasuk pengibaran bendera Bulan Bintang dan penurunan Bendera Merah Putih.
Dandim menegaskan bahwa Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga mengingatkan sejarah perjuangan Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk peran Radio Rimba Raya di wilayah Bener Meriah.
“Persatuan, kesatuan dan perdamaian di Indonesia harus kita jaga bersama guna membangun NKRI menjadi lebih baik,” tegasnya.
Dandim berharap komunikasi dan silaturahmi lintas elemen masyarakat dapat terus dipelihara. Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi berbagai potensi yang dapat mengganggu keamanan dan persatuan masyarakat.
“Harapannya ke depan kita tetap kompak dan saling menjaga kondusivitas agar masyarakat aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan. Jangan mudah dipecah belah oleh oknum atau kelompok yang tidak ingin Indonesia maju,” pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari sejumlah tokoh yang hadir. Para peserta menyampaikan dukungan terhadap upaya menjaga keamanan, persatuan, perdamaian serta kemajuan Kabupaten Aceh Tengah.
Kegiatan silaturahmi kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 11.20 WIB dan berlangsung aman, tertib serta lancar.(*)









