Gempa Kembar Venezuela, Gubernur Mualem Sampaikan Belasungkawa Mendalam

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa kembar Mw 7,2 dan Mw 7,5 yang mengguncang Venezuela, Rabu 24/6/2026.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa kembar Mw 7,2 dan Mw 7,5 yang mengguncang Venezuela, Rabu 24/6/2026.

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), merespon peristiwa gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela dan menelan korban ribuan jiwa. “Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam, semoga kondisi Venezuela dapat segera pulih kembali,” kata Mualem, Kamis (2 Juli 2026).

Melalui Jubir Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi korban yang selamat dari bencana tersebut. “Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” katanya.

Disampaikan juga bahwa Gubernur Mualem sangat memahami betapa beratnya beban yang sedang dihadapi Pemerintah Venezuela. “Kita dulu pernah mengalami bencana tsunami yang dahsyat,” kata Nurlis. Pada 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 9,1–9,3 Mw yang berpusat di Samudra Hindia memicu gelombang tsunami yang merenggut lebih dari 170.000 jiwa di Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu negara yang membantu Aceh saat itu adalah Pemerintah Venezuela. Di antara bantuannya berupa dana kemanusiaan senilai 2 juta dolar Amerika Serikat untuk pemulihan infrastruktur, layanan medis, dan penanganan darurat para korban selamat pada masa tanggap darurat dan rekonstruksi Aceh.

Salah satu jejak bantuan Venezuela untuk Aceh adalah berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Aceh Besar. Nama Venezuela pada kampus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas bantuan dan kerja sama kemanusiaan dari Pemerintah Venezuela pada masa rekonstruksi pascatsunami Aceh tahun 2004.

Saat ini, gempa kembar berkekuatan Mw 7,2 dan Mw 7,5 telah memicu krisis kemanusiaan di Venezuela. Berpusat di San Felipe, Yaracuy, bencana yang terjadi pada Rabu (24 Juni 2026) tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.295 orang hingga Kamis (2 Juli 2026). Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat dan masa berkabung selama tujuh hari.

READ  Presiden Prabowo Subianto Shalat Idul Fitri di Aceh Tamiang, Gubernur dan Wagub Tampil bersama Sambut Kunjungan

Selain itu, dilaporkan sebanyak 11.267 orang mengalami luka-luka dan 43.251 orang masih hilang di bawah reruntuhan. Sekolah-sekolah ditutup, tenaga kesehatan kewalahan menangani para korban, sementara bencana juga menghancurkan infrastruktur secara luas, termasuk menyebabkan kerusakan operasional pada Bandara Internasional Simón Bolívar dan Pelabuhan La Guaira.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menyampaikan duka cita mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas bencana tersebut. Indonesia bergabung dengan 24 negara lainnya dalam memberikan solidaritas kemanusiaan internasional bagi upaya pemulihan Venezuela.

Di tengah penyampaian duka kepada rakyat Venezuela, Pemerintah Aceh saat ini juga tengah menangani bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten/kota sejak akhir Juni 2026. Bencana berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur serta berdampak pada ribuan warga, sehingga Pemerintah Aceh terus mengoordinasikan penanganan darurat bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur terkait guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. []

Facebook Comments Box

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel kabarsuararakyat.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngopi Kebangsaan KAL Lemhannas Aceh Tegaskan Sinergitas Lintas Sektor demi Percepatan Rekonstruksi Aceh
Warisan Malahayati, Aceh Didorong Melahirkan Pemimpin Bahari dari Putra Daerah
Tak Terima Dituduh Terima Fee Proyek Bencana, Mantan Sekda M. Nasir Bakal Tempuh Langkah Hukum
SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN
Sekda Aceh Apresiasi Paskibraka 2026, Tekankan Semangat Pengabdian Generasi Muda
Sekda Aceh: Ekonomi Mulai Menguat, Momentum Pemulihan Harus Dijaga
Jalankan Amanah Mualem, Sekda Aceh Silaturahmi dengan Kapolda Aceh
Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:23 WIB

Ngopi Kebangsaan KAL Lemhannas Aceh Tegaskan Sinergitas Lintas Sektor demi Percepatan Rekonstruksi Aceh

Jumat, 11 September 2026 - 16:57 WIB

Warisan Malahayati, Aceh Didorong Melahirkan Pemimpin Bahari dari Putra Daerah

Kamis, 3 September 2026 - 19:19 WIB

Tak Terima Dituduh Terima Fee Proyek Bencana, Mantan Sekda M. Nasir Bakal Tempuh Langkah Hukum

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:01 WIB

SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Sekda Aceh Apresiasi Paskibraka 2026, Tekankan Semangat Pengabdian Generasi Muda

Berita Terbaru