Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BESAR – Ketua Dekranasda Aceh Marlina Muzakir, menyumbang 3 mal batik cap dan 1 unit mesin tenun untuk perajin binaan Dekranasda Aceh Besar, Kamis (21/5/2026).

Sumbangan 3 mal batik cap diberikan oleh istri Gubernur Aceh itu, saat meninjau workshop Malaka Batik, di kawasan Kuta Mala. Sedangkan sumbangan 1 unit mesin tenun diberikan oleh perempuan yang akrab disapa Kak Na itu, saat berkunjung ke workshop perajin di komplek kantor Dekranasda Aceh Besar.

“Luar biasa, kreatifitas para perajin di sini sangat bagus. Berdasarkan informasi Ketua Dekranasda Aceh Besar, sebelum membuka gerai Malaka Batik ini, para perajin di kirim langsung ke Jogjakarta untuk belajar seni membatik di sana,” ujar Kak Na.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya batik tulis, para perajin di Malaka Batik juga memproduksi batik cap. Berbeda dengan teknik pembuatan batik tulis, batik cap dilakukan dengan menggunakan canting cap atau stempel bermotif dari tembaga yang dicelupkan ke dalam cairan lilin panas dan ditekankan ke kain.

Untuk memperkaya motif batik, serta mengapresiasi kegigihan para perajin, Kak Na berjanji menyumbangkan 3 motif baru kepada para perajin.

“Perbanyak lagi motifnya, khususnya yang motif khas Aceh. Nanti saya akan sumbang 3 canting motif motif baru, coba dikreasikan yang khas Aceh. Tadi sudah ada motif Gunung Seulawah, mungkin nanti bisa dibuat motif baru, batik motif Gunung Geurutee. Nanti kalau sudah jadi saya pesan lagi,” ujar Kak Na.

“Rumah produksinya sudah sangat bagus, rapi dan terintegrasi langsung dengan galerinya. Jadi, para pembeli tidak semata hanya melihat hasil karya para perajin di gerai, tapi bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan batik dari awal hingga selesai,” sambung Kak Na.

READ  Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Rumah untuk Korban Bencana Aceh

Setelah berkeliling, Kak Na mengakui proses membatik memiliki rangkaian yang panjang dan melelahkan untuk menghasilkan selembar kain batik.

“Prosesnya panjang, mulai dari pencelupan, lukis, cap, peluruhan lilin hingga pengeringan dan menjadi sebuah karya batik sangat panjang dan melelahkan. Belum lagi upaya para perajin menemukan kreasi-kreasi motif baru, salut atas kegigihan dan kerja keras para perajin,” ucap Kak Na.

Pada kesempatan tersebut, Kak Na juga menyarankan agar setiap kabupaten dan kota di Aceh memiliki sentra batik. “Seni membatik tidak semata bicara kreasi tetapi juga membuka lapangan kerja serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.”

Dari Malaka Batik, Kak Na dan rombongan bertolak ke kantor Dekranasda Aceh Besar di kawasan Gani, untuk melihat berbagai kerajinan hasil karya perajin yang beraktifitas di komplek perkantoran tersebut serta di Galeri Dekranasda Aceh Besar.

“Para perajin menginap di komplek ini Bu. Ini sangat memudahkan kami jika ada tamu yang berkunjung, karena mereka tidak hanya melihat hasil karya tapi juga bisa proses pembuatan berbagai kerajinan yang ada di sini,” ujar Rita Maya Sari.

Di komplek kantor Dekranasda Aceh Besar, tersedia berbagai gerai dan sentral pembuatan para perajin, mulai dari sirup, kriya hingga songket . Kak Na berkesempatan meninjau dan berinteraksi dengan para perajin.

Saat berdialog dengan perajin songket, Kak Na mendorong agar mereka tak hanya memproduksi songket tetapi juga kerajinan tenun agar hasil kerajinan Aceh Besar semakin beragam.

“Nanti coba kembangkan tenun. Untuk itu, saya menyumbangkan 1 unit mesin tenun untuk Dekranasda Aceh Besar. Semoga para perajin Aceh Besar bisa menginspirasi para perajin di 22 kabupaten dan kota lainnya di Aceh,” kata Kak Na.

READ  Pemerintahan Kampung Bahagie Bertona Serukan Pemasangan Bendera Merah Putih Serentak

Tak hanya berkunjung, di kedua lokasi tersebut Kak Na juga membeli dan memesan sejumlah produk kerajinan para perajin Aceh Besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel kabarsuararakyat.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngopi Kebangsaan KAL Lemhannas Aceh Tegaskan Sinergitas Lintas Sektor demi Percepatan Rekonstruksi Aceh
Warisan Malahayati, Aceh Didorong Melahirkan Pemimpin Bahari dari Putra Daerah
Tak Terima Dituduh Terima Fee Proyek Bencana, Mantan Sekda M. Nasir Bakal Tempuh Langkah Hukum
Satreskrim Polres Aceh Tengah Berhasil Ungkap Pencurian Kabel PLN, Dua Pelaku Diamankan
SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN
Kapolres Aceh Tengah Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81, Apresiasi Semangat Peserta Meski Diguyur Hujan
Wali Kota dan Pimpinan DPRK Lepas Bebek Bersama pada Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A Wahab di Krueng Lampaseh
Skuad DPRK Banda Aceh Runner Up Turnamen Trofeo Corner Arena
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:23 WIB

Ngopi Kebangsaan KAL Lemhannas Aceh Tegaskan Sinergitas Lintas Sektor demi Percepatan Rekonstruksi Aceh

Jumat, 11 September 2026 - 16:57 WIB

Warisan Malahayati, Aceh Didorong Melahirkan Pemimpin Bahari dari Putra Daerah

Kamis, 3 September 2026 - 19:19 WIB

Tak Terima Dituduh Terima Fee Proyek Bencana, Mantan Sekda M. Nasir Bakal Tempuh Langkah Hukum

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tengah Berhasil Ungkap Pencurian Kabel PLN, Dua Pelaku Diamankan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:01 WIB

SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN

Berita Terbaru